Mahasiswa Prodi Perdagangan Internasional Berperan Sebagai Marketing Representative Dampingi Nikisae Lurik Handwoven di Trade Expo Indonesia 2026
Jakarta — Program Studi Perdagangan Internasional kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong keterlibatan mahasiswa pada ajang perdagangan internasional bertaraf global. Dua mahasiswa terbaik prodi, yaitu Gezia Belva Puspamaya dan Daffa Alrifqi Berliansyah, sukses mengemban tugas sebagai *Marketing Representative* mendampingi mitra UMKM **Nikisae Lurik Handwoven** dalam pameran prestisius **Trade Expo Indonesia (TEI) Tahun 2026** yang diselenggarakan pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City.
Aktivitas dan Interaksi dengan Buyer Internasional
Selama rangkaian pameran lima hari tersebut, Gezia dan Daffa aktif melayani berbagai buyer serta pengunjung domestik maupun mancanegara di stan Dinas Perdagangan Kota Surakarta. Beberapa interaksi dan transaksi strategis yang berhasil dicatat meliputi:
- Buyer asal Afrika yang berdomisili di Prancis menunjukkan ketertarikan tinggi dan menjajaki produk kain tradisional khas Nikisae.
- Buyer asal Senegal melakukan pembelian langsung produk busana perpaduan kain lurik tradisional dan batik tulis, merepresentasikan kekayaan wastra Indonesia.
- Buyer asal Dubai memilih dan membeli produk busana perpaduan lurik dan batik tulis menggunakan pewarna alami indigo sebagai oleh-oleh.
- Buyer asal Belanda yang berdomisili di Indonesia terpikat dengan kualitas kain handmade berpewarna alami yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan.
- Buyer asal Afrika melakukan negosiasi bisnis lanjutan terkait rencana ekspor produk batik dan kain lurik untuk dipasarkan kembali di negara asalnya.
Buyer asal Afrika yang saat ini berdomisili di Prancis mengunjungi Trade Expo Indonesia 2026 untuk mencari produk kain. Dalam kunjungannya, buyer tersebut menunjukkan ketertarikan terhadap beberapa produk kain dari Nikisae Lurik Handwoven, salah satunya kain lurik tradisional.
Buyer asal Senegal melakukan pembelian salah satu produk busana dari Nikisae Lurik Handwoven yang menampilkan perpaduan kain lurik tradisional dan batik tulis. Produk tersebut merepresentasikan perpaduan kekayaan wastra Indonesia melalui kombinasi motif dan teknik pengerjaan tradisional
Kunjungan Tokoh Penting dan Pejabat Negara
Stan Nikisae Lurik Handwoven juga menerima kehormatan berupa kunjungan dari berbagai tokoh penting, di antaranya dari Wakil Wali Kota Surakarta, Ibu Astrid Widayani, yang meninjau langsung produk wastra lokal serta memberikan apresiasi terhadap pelestarian kain tradisional dan pemberdayaan pengrajin. Serta Atase Perdagangan Kuala Lumpur yang hadir untuk mengenal lebih jauh potensi produk Nikisae dalam mendukung promosi produk lokal Indonesia di pasar internasional.
Pengembangan Wawasan Melalui Forum Bisnis
Selain bertugas mendampingi mitra di stan pameran, Gezia dan Daffa juga memperkaya wawasan global dengan mengikuti berbagai rangkaian *Business Forum* seminar, seperti seminar bertema “Local Currency, Global Opportunity: Unlocking Efficient, Resilient, and Connected Cross-Border Transactions” oleh Kementerian Perdagangan RI, serta forum perluasan pasar tenaga kerja global yang diselenggarakan oleh KP2MI dan BP2MI. Kegiatan ini ditutup secara resmi melalui *Closing Ceremony* Trade Expo Indonesia 2026 yang dihadiri oleh Menteri Perdagangan RI.
