Perkuat Kerjasama Ekonomi Indonesia di ASEAN, Prodi Perdagangan Internasional Universitas Widyatama Berkolaborasi dengan KBRI Yangon Susun DEI Myanmar 2025
BANDUNG — Program Studi Perdagangan Internasional Universitas Widyatama (Bandung, Jawa Barat) bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Yangon secara resmi menyelesaikan penyusunan dokumen Data Economic Intelligence (DEI) Myanmar Tahun 2025. Peluncuran dokumen strategis ini menjadi langkah nyata kontribusi insan akademis Indonesia dalam mendukung prioritas nasional di bidang kerjasama ekonomi dan perluasan akses pasar di kawasan Asia Tenggara.
Penyusunan DEI Myanmar 2025 dirancang untuk menyajikan data dan analisis komprehensif mengenai kondisi perekonomian terkini di Republik Uni Myanmar. Informasi yang disajikan diharapkan menjadi rujukan utama bagi Kementerian Luar Negeri RI, jajaran pemerintah, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan terkait dalam merumuskan strategi, kebijakan, dan langkah taktis diplomasi ekonomi.
Menjangkau Peluang Strategis di Tengah Dinamika Pasar
DEI Myanmar 2025 memuat analisis mendalam mengenai berbagai aspek perekonomian, mulai dari indikator makroekonomi (seperti PDB, tingkat inflasi, pengangguran, nilai tukar mata uang, hingga suku bunga) hingga pengaruh sanksi internasional dan dinamika politik-keamanan setempat.
Selain itu, dokumen ini secara khusus menyoroti potensi perdagangan, investasi, pariwisata, dan sektor jasa. Sektor unggulan Indonesia seperti Crude Palm Oil (CPO) dan Alat Kesehatan (Alkes) menjadi perhatian utama yang dinilai memiliki peluang ekspansi cukup besar di pasar Myanmar.
Guna memudahkan para pelaku usaha Indonesia yang ingin menembus pasar lokal, DEI Myanmar 2025 juga dilengkapi dengan panduan dan kiat bisnis praktis. Panduan tersebut mencakup pemahaman budaya bisnis setempat, sistem keuangan, regulasi perpajakan, prosedur ekspor-impor, sertifikasi produk, hingga strategi kemitraan dengan operator dan mitra dagang lokal.
Sinergi Akademisi dan Diplomasi Mulia
Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Yangon, Novan Ivanhoe, menyampaikan bahwa dokumen ini diharapkan dapat membantu seluruh pemangku kepentingan dalam mengidentifikasi potensi sekaligus memitigasi tantangan kerja sama ekonomi bilateral antara Indonesia dan Myanmar.
Keterlibatan aktif Program Studi Perdagangan Internasional Universitas Widyatama dalam proyek ini membuktikan peran penting perguruan tinggi dalam mendukung riset-riset aplikatif berstandar internasional. Hasil kolaborasi ini tidak hanya berhenti sebagai dokumen referensi akademis, melainkan menjadi instrumen navigasi bisnis yang konkret bagi dunia usaha nasional.
Sebagai wujud keterbukaan informasi dan dukungan bagi masyarakat luas serta pelaku usaha, dokumen resmi DEI Myanmar 2025 beserta proyeksi kalender kegiatan diplomasi ekonomi KBRI Yangon dapat diakses dan diunduh secara publik.
Akses Dokumen Resmi:
Dokumen lengkap Data Economic Intelligence (DEI) Myanmar 2025 dapat diakses melalui repositori resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada tautan berikut:


