Mahasiswa Perdagangan Internasional Universitas Widyatama Laksanakan Kuliah Lapangan ke Kantor Bea Cukai Tanjung Priok dan Jakarta International Container Terminal

Mahasiswa Perdagangan Internasional Universitas Widyatama Laksanakan Kuliah Lapangan ke Kantor Bea Cukai Tanjung Priok dan Jakarta International Container Terminal (JICT)

Jakarta, 11 Juni 2025 — Program Studi Perdagangan Internasional Universitas Widyatama menyelenggarakan kegiatan Kuliah Lapangan ke Kantor Bea dan Cukai Tanjung Priok serta Jakarta International Container Terminal (JICT) pada hari Selasa, 11 Juni 2025. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa semester 4 dan 6 yang tengah menempuh mata kuliah Administrasi Perdagangan Internasional dan Hukum Perdagangan Internasional, sebagai bagian dari upaya penguatan pemahaman praktis di luar ruang kelas.

Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai proses administratif dan regulasi dalam kegiatan ekspor-impor yang menjadi bagian vital dari sistem perdagangan internasional Indonesia. Tanjung Priok sebagai pelabuhan utama di Indonesia memainkan peran strategis dalam arus keluar-masuk barang dari dan ke luar negeri.

Di Kantor Bea Cukai Tanjung Priok, mahasiswa mendapatkan penjelasan mendalam mengenai mekanisme custom clearance, prosedur kepabeanan, penegakan hukum perdagangan, serta kebijakan fiskal dalam konteks perdagangan internasional. Para pejabat Bea Cukai juga menyampaikan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi internasional dan peran strategis Indonesia dalam mendukung sistem perdagangan global yang transparan dan adil.

          

Selanjutnya, di Jakarta International Container Terminal (JICT), mahasiswa diajak meninjau langsung proses bongkar muat peti kemas, pengelolaan logistik pelabuhan, serta sistem informasi perdagangan berbasis digital. Kegiatan ini membuka wawasan mahasiswa terhadap kompleksitas manajemen rantai pasok global dan pentingnya integrasi antara aspek hukum, administrasi, dan teknologi dalam mendukung kelancaran perdagangan lintas negara.

Menurut Koordinator Program Studi Perdagangan Internasional, kegiatan ini dirancang untuk menghubungkan teori dengan praktik lapangan, agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara akademik tetapi juga mampu mengaitkannya dengan dinamika nyata di dunia kerja. “Kunjungan ini adalah bagian dari implementasi kurikulum berbasis Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang menekankan pengalaman langsung dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan industri,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memperkuat kompetensi analitis terhadap aspek hukum dan administratif dalam perdagangan internasional, sekaligus meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan di era perdagangan global yang semakin kompleks.